CIKARANG UTARA-Puncak Hari Krida Pertanian (HKP) ke 47 tingkat Kabupaten Bekasi yang dihelat di Grand Cikarang City (GCC) resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupagen Bekasi, Uju yang mewakili Bupati Bekasi yang tengah ada urusan kedinasan luar.
“HKP menjadi ajang evaluasi kita, motivasi kita, bahkan introspeksi kita yang ke depannya menjadi kebijakan apa yang akan di rumuskan dalam bidang pertanian,” ungkap Uju di hadapan awak media, Kamis (28/11/2019).
Jelas dia, HKP Tingkat Kabupaten Bekasi ke 47 harus mampu menghadirkan inovasi, sebagaimana moto Bekasi Baru Bekasi Bersih yang digagas Bupati Bekasi. Maka dari itu, HKP tetap harus memberikan kontribusi dalam membangun bidang pertanian agar Kabupaten Bekasi sebagai lumbung padi nasional maupun Jawa Barat.
Disinggung masalah Peraturan Daerah (Perda) Lahan pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) yang belum juga ketuk palu, Uju menuturkan, masalah ini akan ditindaklanjuti terus bersama DPRD Kabupaten Bekasi,dan tentunya untuk segera menetapkan perda tersebut.
“Perda LP2B akan ditindaklanjuti terus sama Pemerintah Kabupaten Bekasi, karena ini menjadi sebuah kebutuhan. Tahun yang lalu kan masih berproses, tinggal nanti finalisasinya seperti apa,”kata uju.
Bupati Bekasi juga menginginkan agar lahan abadi yang ada di Kabupaten Bekasi agar dipertahankan dan terus eksis. Bahkan ada keinginan menjadi kan Kabupaten Bekasi menjadi lumbung padinya nasional dan tidak hanya di Jawa Barat, sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan mensuplai ke luar Bekasi juga,”lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nani Suwarni meminta kepada Kelompok Tani Andalan Nelayan (KTNA) Kabupaten Bekasi untuk banyak melakukan inovasi dalam bidang pertanian.
“Harus ada inovasi yang dimunculkan dalam bidang pertanian sebagaimana wujud membangun Bekasi Baru Bekasi bersih, seperti tadi ada dari Kecamatan Kedung Waringin yang menampilkan mesin perontok padi, dan lainnya,” ujar dia.
Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi berharap banyak inovasi yang mutakhir bisa dikembangkan para petani. Tentunya, papar dia, semakin banyak inovasi akan banyak lagi perubahan dalam membangun pertanian yang lebih maju dan unggul.(DEJ)
Leave a Reply