BEKASI TIMUR – DPRD Kota Bekasi berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi bisa memiliki sistem digital online untuk memantau peredaran obat di setiap Puskesmas. Hal ini untuk mencegah adanya obat kedaluarsa yang masih dipergunakan, seperti peristiwa di Puskesmas Rawa Tembaga, baru – baru ini.
Demikian, diungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Raden Eko Setyo Pramono usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), BPJS dan Puskesmas Rawa Tembaga. Di mana sebelumnya, Puskesmas Rawa Tembaga sempat menjadi sorotan lantaran salah memberikan obat penurun panas yang telah kedaluarsa, sewaktu ada kegiatan imunisasi.
“Saat itu sebenarnya ada 11 anak yang diberikan obat yang sama, cuma yang terdampak hanya 2 orang. Yang 1 buang – buang air dan satunya timbul ruam – ruam merah.Tapi Alhamdulillah, sekarang kedua korban sudah sehat kembali,” kata Raden Eko kepada awak media, Rabu (19/03/2025).
Terkait hal itu, dirinya juga memberikan apresiasi kepada pihak Dinkes Kota Bekasi yang segera bertindak cepat mengatasi hal tersebut. Selanjutnya, ia berharap agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
“Ok, memang human eror bisa terjadi kepada siapapun. Di sini kalau saya lihat masalah kelalaian yang ditimbulkan, tidak hanya oleh Dinkes tapi juga Puskesmas setempat,”ujarnya.
Politisi Gerindra ini memaparkan, dari laporan yang disampaikan pihak Dinkes, obat tersebut sudah ditarik dari peredaran pada 2022, dan karena obat itu dinyatakan masih bisa dipergunakan sampai September 2023, sesuai bulan kedaluarsa, kemudian dipergunakan kembali.
“Nah, ketika dibagikan kembali, beberapa Puskesmas masih memiliki obat itu, ada yang masuk di tas – tas daripada tenaga – tenaga lapangan. Itu yang tidak terdeteksi, karena bentuk dari ceklis laporan berapa stok obat yang beredar dan berapa stok obat yang ditarik itu belum digitalisasi, masih manual dan berdasarkan informasi dari Dinkes, laporan – laporannya itu sudah tidak terbaca,”terangnya.
Dirinya juga berharap, ke depan Dinkes Kota Bekasi akan mempergunakan sistem digital online untuk mendata peredaran obat – obatan baik yang digunakan di Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
“Ini sangat penting karena menyangkut nyawa seseorang, tidak boleh lalai apalagi salah perhitungan,”jelasnya.
Lebihlanjut, ia mengimbau kepada segenap warga masyarakat Kota Bekasi agar tidak perlu khawatir berobat ke Puskesmas, pasca adanya peristiwa tersebut.
“InsyaAllah, ke depan tidak akan terjadi lagi, kita juga tidak akan tinggal diam dengan adanya peristiwa seperti ini. Kita akan terus memonitor dan akan terus berkomunikasi dengan Dinkes perihal masalah ini, apakah sudah berjalan dengan apa yang mereka rencanakan, apakah sistem mereka sudah berjalan, kita akan terus pantau dan evaluasi,”pungkasnya. (RAN)
Leave a Reply