Dianggap Sebarkan Ujaran Kebencian: Marhaban Minta Maaf dan Bilang di Bawah Alam Sadar

MINTA MAAF: Marhaban Sigalingging (berpeci hitam) foto bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi dan jajajaran pengurus partai usai meminta maaf.

BEKASI TIMUR-Dianggap telah melakukan ujaran kebencian terhadap Partai PDI Perjuangan di media sosial dan akan dilaporkan, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Bekasi, Marhaban Sigalingging hari ini mendatangi kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi untuk meminta maaf secara langsung.

Kedatangan Marhaban diterima oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tri adhiyanto Tjahjono dan segenap jajaran pengurus partai. Dalam pernyataan maafnya Marhaban mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan tanpa ada unsur kesengajaan, karena saat itu dirinya tengah berada di alam bawah sadar akibat mengantuk dan tidak bisa tidur lantaran jauh dari istrinya.

“Dalam hidup ini semua orang pasti pernah berbuat salah, walaupun seperti yang saya bilang tadi kesalahan saya ini sebenarnya di luar alam bawah sadar saya,”ujarnya kepada awak media di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Kamis (16/01/2020).

Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tri Adhiyanto Tjahjono menyatakan, PDI Perjuangan merasa tersakiti dengan pernyataan di WA Group (WAG) tersebut dan berencana menempuh jalur hukum secara resmi, kemudian melayangkan somasi kepada Marhaban Sigalingging dalam waktu 2×24 jam untuk meminta maaf .

“Ini membawa implikasi terhadap harga diri dan marwah partai PDI Perjuangan. Alhamdulillah hari ini beliau hadir dan mengungkapkan bahwa ada kekhilafan dan memohon maaf, tentunya sesama manusia dalam rangka hubungan interaksi kita juga pernah mengalami dan manusia tidak ada yang sempurna,”ujarnya.

Lebih lanjut Tri mengatakan, terkait somasi, hal itu dilakukan karena PDI Perjuangan sebagai partai pelopor dengan apa yang digariskan Ketua Umum Megawati Sukarno Putri untuk menjaga marwah dan menjaga harga diri partai, karena yang merasa tersakiti bukan hanya kader PDI Perjuangan Kota Bekasi tetapi dari Sabang sampai Merauke.

“Jangan sampai ini menjadi terulang dan dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang memiliki sifat iri dengki dan sebagainya,”pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*