BEKASI SELATAN – Organisasi Masyarakat Solidaritas Masyarakat Bekasi (Somasi), Budi Ariyanto menyatakan siap mengawal janji-janji Politik Rahmat Effendi-Tri Adhianto yang akan dilantik 20 September mendatang.
Dikatakannya, sudah kewajibannya sebagai fungsi kontrol sosial pemerintah, apa yang dibutuhkan masyarakat dan yang telah dijanjikan oleh Rahmat Effendi-Tri Adhianto. Maka dari itu, dirinya siap menegur dan mengingatkan akan janji-janji politiknya.
“Insya Allah, Bang Pepen-Tri akan amanah dan menempati apa yang sudah menjadi programnya selama ini,” kata Budi kepada Wartawan, Senin (27/8/2019).
Dijelaskannya, ke depan Rahmat Effendi-Tri Adhianto agar tetap memberlakukan kartu sehat selama 5 tahun ke depan. “Kami berharap, manfaat kartu sehat juga bisa ditambah dari yang sebelumnya, mungkin kalau hari ini bisa mengcover dalam hal kesehatan, kedepan bisa mengcover dalam hal pendidikan,” harapnya.
Selain itu, kata Budi, Rahmat Effendi-Tri Adhianto juga harus dapat merealisasikan program kerjanya yang belum selesai, seperti halnya merealisasikan seribu taman, memperbaiki fasilitas publik, dan menciptakan ikon baru di Kota Bekasi.
“Semua itu, agar Kota Bekasi dapat dikenal oleh masyarakat, baik lokal ataupun internasional,” ucapnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua Forsilabb, Abdul Haris dirinya siap mengingatkan setelah KPU Kota Bekasi menetapkan calon kepala daerah terpilih hasil pilkada 27 Juni 2018 saatnya masyarakat mengawal janji kampanye yang disampaikan kandidat yang didukungnya itu.
“Masyarakat Kota Bekasi seyogyanya terus menjaga partisipasi politiknya mengawal janji kampanye dan setiap kebijakan atau program yang digulirkan kepala daerah terpilih ke depan,” kata dia.
Menurutnya dalam demokrasi partisipasi politik bukan sekadar keikutsertaan di saat hari pemilihan tetapi justru lebih penting di antara waktu pemilihan, yakni periode kepala daerah menjalankan kekuasaannya.
Ia mengatakan, untuk mengawal bisa saja ada kendala karena selain rakyat juga ada pendukung calon.
Akan tetapi masyarakat selaku pemilih harus menyadari hak sebagai warga dan memiliki pengetahuan tentang janji kampanye.
Ia melihat saat ini massa secara umum belum menyadari hak-hak warga dan karenanya belum begitu peduli dengan janji-janji kampanye pascapilkada. (GUN)
Leave a Reply