HUT RI ke 81, Warga RW 05 Margamulya Gelar Pesta Rakyat Konsep ‘Jadul’

KOTA BEKASI – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia terasa berbeda di lingkungan RW 05, Kampung Sawah Indah, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Warga menggelar Pesta Rakyat dengan mengusung tema “Tempo Dulu” untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenang suasana kehidupan dan perjuangan masyarakat pada masa lalu.

Ketua RW 05, Jojo Suparjo, mengatakan Pesta Rakyat tersebut digelar sebagai bentuk kebersamaan sekaligus upaya mengenalkan kembali suasana kehidupan zaman dahulu yang mulai jarang ditemui di era digital dan modern seperti saat ini.

“Pada hari ini dan malam ini akan berlangsung Pesta Rakyat di lingkungan RW 05, Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, dengan tema Tempo Dulu,” ujar Jojo.

Konsep tempo dulu tidak hanya diterapkan pada pakaian, tetapi juga dalam berbagai sajian dan perlengkapan yang digunakan selama kegiatan. Warga akan mengenakan busana bergaya zaman dahulu, khususnya era 1980-an hingga periode sebelumnya.

“Bahkan sampai penyajian konsumsi pun tempo dulu, seperti rebus-rebusan. Di sini kita mengadakan busana jadul, busana era 80-an ke sana,” katanya.

Untuk memperkuat suasana, panitia juga menyiapkan sekitar 20 barang antik dan perlengkapan tempo dulu. Di antaranya sepeda, televisi, radio, mesin jahit, patromak dan berbagai barang lainnya.

Menurut Jojo, pengadaan barang-barang tersebut tidak mudah karena sebagian sudah sulit ditemukan. Namun, berkat kerja sama pengurus RW dengan Karang Taruna di wilayah RW 05, berbagai perlengkapan tersebut akhirnya dapat dikumpulkan.

“Barang unik ini sekitar 20-an, seperti sepeda, TV, radio, mesin jahit dan lain sebagainya. Ada yang masih aktif, ada juga yang sudah tidak aktif, seperti patromak,” jelasnya.

Tidak hanya menghadirkan barang-barang jadul, Pesta Rakyat juga akan diisi dengan perlombaan busana bertema tempo dulu. Warga akan menampilkan berbagai busana yang menggambarkan kehidupan masa lalu, termasuk pakaian bergaya pejuang dan tokoh zaman dahulu.

Pengurus RW 05 juga akan turut tampil dengan berjalan di hadapan warga menggunakan busana tempo dulu.

Hal yang paling menarik, suasana kampung pada malam pelaksanaan Pesta Rakyat juga akan dibuat menyerupai perkampungan zaman dahulu. Lampu listrik akan dipadamkan dan penerangan akan mengandalkan patromak serta lampu lentera yang ditempatkan di sejumlah titik.

“Semua listrik kita padamkan. Yang menyala hanya patromak dan lampu lentera yang ditempel di dinding-dinding,” ungkap Jojo.

Untuk menambah kemeriahan, panitia telah menyiapkan sejumlah hadiah bagi peserta perlombaan. Hadiah tersebut berupa uang tunai hingga pakaian bergaya zaman dahulu. Panitia juga menyiapkan doorprize bagi warga yang hadir.

Jojo menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan dalam rangka HUT ke-81 RI. Lebih dari itu, Pesta Rakyat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal kehidupan masyarakat pada masa lalu sekaligus memahami nilai perjuangan para pahlawan.

“Generasi muda sekarang hidup di zaman digitalisasi dan modern. Kami sebagai pengurus dan orang tua ingin mengenalkan bahwa zaman dulu itu seperti ini, seperti zaman yang tidak dialami anak-anak kita,” katanya.

Ia berharap konsep tersebut dapat menjadi pengalaman berbeda bagi warga sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan RW 05.

Jojo juga menyatakan siap kembali menggelar kegiatan serupa pada tahun-tahun berikutnya apabila mendapat respons positif dari masyarakat.

“Saya sebagai Ketua RW mengemban amanah dari warga. Kemauan warga akan saya penuhi. Apabila acara ini berkenan, meriah dan warga menginginkan seperti ini, tahun depan akan saya laksanakan lagi,” pungkasnya.(RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*