CIKARANG PUSAT – Penunjukan Dede Chairul menjadi Plt Kabag Kesra sesuai surat No.800.1.3.1/1379 – BKPSDM/2026, dan Agung Mulya menjadi Sekretaris Dinas Arsip sesuai surat No. 800.1.3.1 / 1359 – BKPSDM /2026 oleh Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja menuai kritikan masyarakat.
Keputusan penunjukan tersebut dinilai cukup kontroversial dan bisa melukai hati rakyat, karena Plt Bupati dianggap tidak memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi dan kondisi yang ada saat ini di Kabupaten Bekasi pasca terjadinya OTT KPK Desember lalu.
Sebagaimana diketahui dua orang ini adalah pejabat yang diduga terlibat dalam kasus ijon yang menyeret AKK, HMK dan SRJ. Mereka telah beberapa kali dipanggil oleh KPK untuk dimintai keterangannya terkait kasus OTT di Kabupaten Bekasi.
Ketua Institut Kajian Strategis (INKASTRA), Fathur mengatakan penunjukan dua orang pejabat dari Dinas SDABMBK tersebut menjadi Plt Kabag Kesra dan Sekdis Arsip menunjukan kalo Plt. Bupati ini tidak punya sense of crisis terhadap persoakan yang sedang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Seharusnya Plt Bupati dalam mengambil kebijakan mempertimbangkan aspek kondusivitas, bukannya malah seperti seolah-olah menantang reaksi masyarakat.” ujar Fathur, Senin (09/03/2026).
“Dia (Plt. Bupati-red) kan tahu kalo dua orang yang ditunjuk jadi Plt Kabag Kesra dan Sekdis Arsip sedang punya persoalan hukum meskipun pemanggilannya hanya sebagai saksi,” ujar Fathur lagi.
Dijelaskan Fathur, apalagi Agung berdasarkan penilaian masyarakat punya kinerja tidak bagus di Dinas SDABMBK, karena pelaksanaan kegiatan- kegiatan di bawah kendalinya banyak menuai kritik terkait kualitas pekerjaan.
Menurut Fathur ada bau tidak sedap tercium, dan dirinya menduga penunjukan Plt Kabag Kesra dan Plt Sekdis Arsip ada tindak pidana korupsi/gratifikasi. Karena itu Fathur mendesak APH untuk proaktif untuk melakukan investigasi.
“Dalam waktu dekat kami akan melaporkan dugaan tindak pidana korupsi ini ke Kejari Kabupaten Bekasi, dan sebagai rakyat, kami berencana akan menyuarakan mosi gak percaya terhadap Plt. Bupati, dr. Asep Surya Atmaja,” kata Farhur mengakhiri. (RED)
Leave a Reply