Reses di Jatirangga, H. Edi Terima Keluhan Sarpras Olahraga

Kegiatan Reses Anggota DPRD Kota Bekasi, H. Edi di Kelurahan Jatirangga, Kamis (24/04/2025).

JATISAMPURNA – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, H. Edi, menggelar kegiatan Reses II Tahun 2025 di wilayah Dapil 4, RW 08, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna. Pengadaan Sarana Prasarana (Sarpras) olahraga menjadi pembahasan dalam agenda tersebut.

Dalam kegiatan reses yang berlangsung, H. Edi menerima aspirasi warga dari kalangan pemuda yang mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana olahraga di lingkungan mereka. Ia menginginkan adanya sarpras olahraga untuk mengembangkan bakat agar bisa seperti Zahaby Gholy pemuda asal Cikunir yang kini berkiprah menjadi pemain timnas sepak bola Indonesia.

“Saya meminta lapangan pak, di RW 08, RW 10 sama turnamen – turnamen pak, kayak turnamen sepak bola, bulu tangkis supaya kami anak – anak muda bisa menyalurkan bakatnya, biar seperti Gholy bisa mengikuti piala dunia,” kata Dwi warga RW 08 saat menyampaikan aspirasinya dalam reses H. Edi, Kamis (24/04/2025).

Menanggapi hal itu, H. Edi menegaskan pentingnya pemerataan fasilitas olahraga hingga ke tingkat kelurahan untuk menggali potensi dari bakat terpendam pada generasi muda Kota Bekasi.

“Kalau bicara sepak bola, Kota Bekasi ini luar biasa. Kita punya tim profesional meskipun belum pernah tembus Liga 1. Tapi, kita sudah punya stadion megah, itu dibangun saat saya masih menjabat sebagai pimpinan DPRD,”ujarnya.

Terkait hal tersebut, ia juga menyoroti persoalan maraknya penyewaan lapangan oleh pihak swasta yang menguasai lahan, sehingga menyulitkan masyarakat, khususnya anak muda untuk berolahraga secara bebas.

“Ini jadi PR kita ya, Pak Lurah. Usulan masyarakat soal sarana olahraga ini sangat penting. Jangan sampai semua lapangan malah jadi bisnis,” tegasnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini mencontohkan kebijakan yang diterapkan Kota Depok. Di mana, pemerintahnya bisa mengontrak lahan milik warga untuk dijadikan fasilitas olahraga, meskipun bukan lahan fasilitas sosial atau fasilitas umum (Fasosum).

“Di Depok, kalau tidak salah walau bukan tanah fasos – fasum, pemerintah bisa kontrak lahan itu untuk digunakan masyarakat. Kita bisa pelajari itu. Saya lihat tanah-tanah di sini juga masih banyak yang belum terjual, bisa dimanfaatkan dulu untuk kepentingan seperti itu,” jelasnya.

Ia juga berharap, dengan tersedianya fasilitas yang memadai, potensi pemuda di wilayah Jatirangga bisa berkembang dan melahirkan atlet – atlet berbakat untuk ke depannya.

“Siapa tahu nanti bisa muncul pemain seperti Gholy dari Jatirangga, karena saya lihat anak-anak di sini potensial. Ini akan jadi fokus saya. Kalau bisa dibangun lapangan bola, bagus. Tapi kalau belum memungkinkan, bisa juga untuk bulutangkis, futsal, atau voli. Insya Allah, usulan ini akan saya dorong ke dinas terkait dan disesuaikan dengan rencana kerja di Dispora,”pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*