BEKASI BARAT – Survei yang dilaksanakan Lembaga Studi Visi Nusantara (LS-Vinus) menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Kota Bekasi dinilai kurang efektif, dengan banyaknya responden yang mengaku tidak mengetahui kapan waktu pencoblosan Pilkada 2024 akan dilaksanakan.
“Ini sampai diangka 72,25 persen masyarakat tidak tahu. Artinya, kinerja KPU Kota Bekasi tidak optimal dalam menjalankan program – program sosialisasi di tengah masyarakat,”kata Yusfitriadi, Founder LS – Vinus Rabu, (25/09/2024).
Dari analisis berdasarkan hasil survei tersebut, Yusfitriadi menyimpulkan bahwa KPU Kota Bekasi perlu mengevaluasi strategi sosialisasi yang selama ini diterapkan, karena banyak responden survei yang tidak mengetahui waktu pencoblosan.
“Ini baru waktu, padahal di Pilkada ini banyak hal yang perlu diketahui oleh masyarakat, saya pikir ini penting sehingga dalam waktu dua bulan tersisa ini KPU harus lebih kuat dalam melaksanakan program – program sosialisasi terhadap masyarakat, karena memang ini menjadi kebutuhan masyarakat,”terangnya.
Padahal, menurut Yusfitriadi, berdasarkan survei yang sama, antusias responden untuk datang ke TPS cukup tinggi. Hasil survei terhadap 800 responden yang tersebar di Kota Bekasi menunjukkan, 98,25 persen masyarakat antusias untuk datang ke TPS dalam tahapan Pilkada Kota Bekasi. Meskipun dari hasil survei ada yang tegas menyatakan tidak akan datang ke TPS sebanyak 1,75 persen.
“Artinya, kalau kita melihat partisipasi dari masyarakat niatnya untuk datang ke TPS sudah kuat, tinggal KPU diharapkan dapat mengambil langkah cepat untuk memperbaiki sosialisasi dan memastikan bahwa informasi yang relevan dan akurat dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,”pungkasnya. (RAN)
Leave a Reply