BEKASI TIMUR – Dalam rentang waktu selama tiga tahun (2021-2023) Perusahaan Daerah (PD) Migas Kota Bekasi berhasil mencapai target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) dan turut menyumbangkan dividen untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Demikian diungkapkan Dirut Perusahaan Daerah Minyak dan Gas Bumi (PD Migas) Apung Widadi, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2023 dengan Komisi III DPRD Kota Bekasi.
“Jadi keuntungan kemarin di tahun 2023, Alhamdulillah 1,5 miliar rupiah. Yang kedua terkait dengan target kinerja sendiri sudah melampaui ya, kalau kemarin di RKAP 2023 targetnya hanya 800 juta rupiah, tetapi Alhamdulillah PAD-nya yang dibayarkan untuk tahun ini 1 miliar rupiah,”kata Apung Kamis (25/04/2024).
Saat ini lanjutnya, sasaran prioritas yang sesuai RKAP sudah tercapai semua. Salah satunya dengan indikator 12 MM yang sudah mengalir dari Oktober sampai sekarang bekerjasama dengan SPB (Stasiun Pengisian Bahan).
“Jadi dari Januari kemarin 2024 kita sudah full 12 MM dan pendapatan juga meningkat,” ujarnya.
Selain itu, Apung mengatakan, PD Migas sejak bulan September lalu sedang mengajukan perpanjangan pengelolaan sumur untuk 10 tahun ke depan oleh Pertamina dan sudah memasuki tahap akhir keputusan manajerial, menunggu tandatangan direksi Pertamina untuk perpanjangan Kerja Sama Operasional (KSO) Sumur Jatinegara.
“Ini berdasarkan RKAP 2024, maka rencana kerja dan tujuan prioritas ke depan adalah target ke depan PAD-nya naik menjadi 1,3 miliar, Insyaallah semoga tercapai,”harapnya.
Kemudian, untuk pengembangan baru PD Migas ke depan berencana untuk menjadi pengelola utuh dengan KSO, di mana saat ini PD Migas masih bekerjasama dengan pihak ketiga, Foster Oil & Energi (FOE).
“Maka kemarin kita bulan Oktober juga mengajukan lelang ke Pertamina untuk mengelola sumur secara mandiri sesuai dengan amanat Peraturan daerah (Perda),”pungkasnya. (RAN)
Leave a Reply