Maknai Hari Kartini, Mantan Mpok Bekasi Sebut Wanita Harus Selalu Berkarya dan Menjadi Penerang

BEKASI TIMUR – Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April memiliki makna tersendiri bagi Lania Octorra, mantan juara mpok Bekasi tahun 2005. Baginya setiap perempuan memiliki nilai perjuangan tersendiri sehingga layak disebut Kartini masa kini.

Perjuangan dimaksud kata dia, bukan dari seberapa banyak seorang ibu menghabiskan waktu bersama anak-anaknya, melainkan dari kualitas waktu yang dilalui untuk mendidik dan membentuk pribadi yang baik terhadap seorang anak.

“Bagi saya yang memiliki keterbatasan waktu dengan anak-anak, yang terpenting adalah kualitas waktu yang saya lalui dengan mereka, pemilihan cara mendidik anak-anak menjadi poin utama di dalam membentuk pribadi anak, dan menurut saya setiap wanita adalah Kartini bagi perjuangan di dalam cerita hidup mereka masing – masing,” ujar Lania, Rabu (21/04/2021).

Menurutnya, wanita harus selalu berkarya untuk diri sendiri dan keluarga, menjadi penerang, sumber cahaya serta simbol kekuatan. Dengan terwujudnya peran wanita yang berkesempatan memegang peranan dalam kepemimpinan telah membawa dampak lebih baik terhadap kesetaraan gender, ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki.

Dengan demikian lanjut wanita yang kini menjabat sebagai Kasubag Persidangan dan Risalah DPRD Kota Bekasi ini, antara perempuan dan laki-laki memiliki akses yang sama dalam mencapai sebuah peran kepemimpinan, dan saat ini kaum perempuan telah mampu memberikan suara serta berpartisipasi dalam kontrol atas pembangunan negara yang lebih baik.

“Tentu hal ini adalah sebuah kebijakan dalam memperoleh manfaat kesetaraan serta keadilan dari pembangunan. Sudah saatnya para wanita maju dan memiliki peran penting dalam kepemimpinan,” ujarnya.

Hari Kartini yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi dirinya untuk mewujudkan aksi nyata peduli terhadap sesama. Dalam hal ini, Lania octorra memilih terjun langsung ke lapangan dengan melakukan aksi sosial kemanusiaan melalui pembagian takjil untuk masyarakat dan pengendara yang melintas di sekitar kawasan gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur.

“Motto hidup saya “sharing is caring”. Semoga dapat menginspirasi para wanita-wanita lain untuk perduli dengan sekitar. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat bermanfaat bagi manusia lain,” pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*