Taat Jalani Karantina, Puluhan ODP di Lambangsari Lega Dapat Hasil Negatif

Para petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Desa Lambangsari dan Gugus Tugas RW saat melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 dan melakukan check point di gerbang Dusun II, Kampung Kalijambe, desa Lambangsari dalam upaya pencegahan memutus mata rantai Covid-19, belum lama ini.

TAMBUN SELATAN- Awal lebaran lalu, masyarakat Lambangsari cukup digemparkan dengan adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah perkampungan dusun II (Dua) Kalijambe, Desa Lambangsari. Alhasil, puluhan orang menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) lantaran terkontak erat dengan pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terkonfirmasi positif dan mereka menjalani karantina mandiri dirumah dan mengikuti cek swab diagnosis Covid-19.

Hampir 14 hari menjalani karantina rumah, mereka (para ODP,red) akhirya bisa bergembira lantaran hasil pemeriksaan swab yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melalui Puskesmas Desa Lambangsari hasilnya dinyatakan Negatif.

“Alhamdulillah, dari hasil rilis pihak Puskesmas Lambangsari hari ini, dan berkat ketaatan para ODP yang menjalani karantina mandiri di rumah mereka masing-masing, ternyata hasilnya maksimal para ODP yang terkontak erat dengan pasien positif di wilayah RW003, Kampung Kalijambe dinyatakan Negatif dari hasil uji lab pemeriksaan swab yang dilakukan oleh petugas medis, kami semua termasuk para ODP merasa lega (bahagia) mendengar kabar tersebut,”ujar Pipit Hariyanti, Kepala Desa Lambangsari, saat menerima hasil tes Swab ODP kasus Covid-19 Kluster Kalijambe, Kamis (11/06/2020).

Dijelaskan Pipit, kasus Kluster Kalijambe adalah kasus tracking (penelusuran) terbanyak dalam penetapan ODP, sehingga sebelumnya sangat menjadi perhatian serius. Terlebih lokasi kejadian kasus adalah wilayah perkampungan dan sangat berbeda dengan penanganan dengan wilayah perumahan yang lebih mudah terproteksi dari beberapa kasus terkonfirmasi positif di wilayahnya.

“Kasus terkonfirmasi sebelumnya terjadi diwilayah perumahan dan tidak banyak ODP dari tracking yang dilakukan. Nah kluster Kalijambe ini karena wilayah perkampungan sangat rentan terjadi kontak erat dengan kasus terkonfirmasi postif, dari Swab yang dilakukan dan menjalani karantina mencapai 39 orang diluar keluarga dari dua orang yang terkena Covid-19 dan berstatus OTG,”bebernya.

“Kami ucapkan juga terimakasih kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Desa Lembangsari, Puskesmas, Gugus Tugas RW dan serta seluruh warga masyarakat Lambangsari dalam upaya-upaya pencegahan yang dilakukan. Termasuk Gugus Tugas Kabupaten Bekasi dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi yang selalu mensupport kami. Mudah-mudahan wabah ini bisa cepat berakhir,”ucapnya menambahkan.

Sekedar diketahui, sebelumnya pada akhir bulan Mei 2020 lalu, terjadi kasus terkonfirmasi positif terhadap dua orang warga di Kampung Kalijambe, Dusun Dua, RW003, Desa Lambangsari, kasus terkonfirmasi positif dari hasil tes swab yang dilakukan oleh Puskesmas Desa Lambangsari dari pengembangan kasus pasien PDP dari satu keluarga tuan D dan Nyonya W yang terkonfirmasi positif dan menjalani perawatan karantina di Bapelkes Lemahabang, Kabupaten Bekasi. (TIM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*