BEKASI TIMUR-Tidak tercapainya target Pendapatan Aseli Daerah (PAD) di beberapa sektor mendapat tanggapan dari anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi asal Fraksi Demokrat, Arwis Sembiring Meliala.
Menurutnya, kenaikan tarif retribusi parkir tidak sebanding lurus dengan pencapaian PAD yang dihasilkan dari sektor tersebut, hal itu terbukti dengan tidak tercapainya target di tahun 2019.
“Dengan kenaikan pajak parkir tentunya retribusi naik kalau menurut hukum ekonomi, tapi ternyata enggak,” ucap Arwis Sembiring usai menemui jajaran Bapenda Kota Bekasi di ruangan Komisi III, Senin (20/01/2020).
Diungkapkannya, terkait hal tersebut, Bapenda beralasan bahwa tidak tercapainya target PAD tahun 2019 karena banyak yang belum tertagih.Sebab itu Arwis menyatakan kalau kinerja Bapenda kurang maksimal dalam peningkatan PAD Kota Bekasi.
“Sebenarnya kalau dia (Bapenda) bekerja keras, bisa sih. Artinya, belum optimalah mereka bekerja, kan banyak penitipan motor, itu sudah mereka ambil peta-nya belum, termasuk pajak reklame,”ujarnya
Politisi Demokrat ini menyatakan dukungan positif, soal pernyataan Bapenda mengenai kepengurusan izin yang tidak harus melalui rekomendasi DPMPTSP tetapi bisa langsung ke Bapenda.
“Kalau memang birokrasi begitu putus saja, tapi kita lihat untuk tahun 2020-2021 jangan sampai masih tidak tercapai (target PAD),”tandasnya.
Diungkapkan Arwis, sebenarnya potensi pajak dari sektor reklame terutama dari neon box di setiap wilayah cukup signifikan apabila dikelola secara sungguh- sungguh pajaknya oleh Bapenda.
“Seperti reklame, neon.box itu se kelurahan bisa ratusan lho, itu kan bayar mustinya setiap orang yang menggunakan neon box. Kalau itu dikumpulin katakanlah 1000 x10.000 sudah berapa?, itu jangan dianggap sepele atau kecil, itu kalau dihimpun bisa menjadi besar dia,”tukasnya. (RAN)
Leave a Reply