CIKARANG PUSAT-Guna mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di pintu lintasan kereta api Lemah Abang tepatnya di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Pemerintah Kabupaten Bekasi berupaya mengebut pembebasan lahan yang rencananya bakal dibangun fly over.
Kepala Seksi Penggadaan Tanah pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Bekasi, Dwi Yulita Sulistyowati mengatakan, pembangunan fly over Lemah Sbang akan membebaskan lahan di dua desa, diantaranya Desa Simpangan dan Desa Waluya.
“Lahan yang akan dibebaskan di dua desa itu seluas 10 ribu meterpersegi,”ungkapnya yang diwawancarai
Papar Dwi, Bidang Pertanahan DPRKPP menganggarkan pembebasan lahan berkelanjutan di tahun 2020 sebesar Rp10 miliar. Pada tahun 2019 ini anggarannya dialokasikan sebesar Rp9,2 miliar.
“Lahan yang sudah dibebaskan sekitar 4200 meter persegi” kata dia.
Dwi pun menyebut pihaknya terus berupaya untuk mempercepat pembebasan lahan dengan tujuan proses konstruksinya bisa dilaksanakan.
“Kita berupaya untuk membebaskan lahan yang terkena pembangunan fly over Lemah Abang. Kalau ditanyakan kapan akan dibangun kontruksinya, kewenangan untuk menjawab ada di PUPR,” pungkas dia.(DEJ)
Leave a Reply