Gelar Reses Kedua, Rudy Heryansah Prioritaskan Ketenagakerjaan Untuk Putra Daerah

BERSAMA WARGA: Rudy Heryansah bersama warga Harapan Mulya usai kegiatan reses.

MEDAN SATRIA-Kegiatan reses kedua anggota DPRD Kota Bekasi PDI Perjuangan asal Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kecamatan Bekasi Barat-Medan Satria, Rudy Heryansah prioritaskan putra daerah sebagai tenaga kerja di sektor industri.

Reses putaran terakhir berlangsung di RW.05 Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, dengan dihadiri segenap warga masyarakat dan tokoh lingkungan setempat. Dalam kesempatan tersebut Rudy berjanji akan merealisasikan aspirasi warga yang disampaikan pada usulan tahun 2021nanti.

“Sesuai janji-janji kampanye dulu yang pernah kita sama-sama mimpikan untuk memperbaiki lingkungan, Insya Allah  setelah aspirasi kita berjalan akan saya penuhi, tentunya soal ketenagakerjaan,” kata Rudy usai kegiatan, Minggu (10/11/2019).

Anggota Dewan Komisi 4 DPRD Kota Bekasi ini berjanji akan membantu membuka lapangan kerja untuk masyarakat di Dapilnya dan warga Kota Bekasi pada umumnya.

“Bagi yang belum punya pekerjaan saya akan membantu melalui kerjasama dengan industri-industri untuk memprioritaskan putra-putra daerah,agar mereka lebih mudah mencari pekerjaan,” ujarnya.

Selain itu, kata Rudy, sesuai dengan komisinya (Komisi 4), di bidang pendidikan, ia juga akan membantu warga agar lebih mudah diterima di sekolah negeri maupun swasta, juga meningkatkan pengembangan pariwisata di Kota Bekasi,sekaligus memberikan kemudahan warga dapilnya dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

“Intinya di reses ini kita menjaring aspirasi konstituen saya di Dapil 6, sesuai janji saya setelah beberapa waktu lalu kita kampanye. Dan memang janji saya melipat gandakan ibadah,saya akan kembali ke lingkungan saya menjadi wakil rakyat yang merakyat,”tukasnya.

Di tempat yang sama kader PDI Perjuangan Kecamatan Medan Satria, Marwih, turut mengapresiasi kegiatan reses Rudy Heryansah di wilayah Dapilnya.Marwih juga turut menyampaikan usulan terkait penertiban lahan parkir liar di wilayahnya.

“Karena selama ini tidak tertata dan pemasukannya pun enggak jelas kemana masuknya. Saya ingin parkir bisa dikelola warga putra daerah setempat, agar bisa menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*