BEKASI BARAT – Pelaksana tugas (Plt) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) partai Golkar Kota Bekasi menggelar silaturahmi dengan mengundang para tokoh serta Dewan Penasehat (Wanhat) partai guna membahas persoalan internal dan persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Partai Golkar.
Plt Sekretaris DPD HM Amin Fauzi usai pertemuan mengemukakan, saat ini pihaknya dengan Wanhat Partai Golkar Kota Bekasi sudah tidak ada masalah dan telah menyepakati siapapun nanti nama yang muncul dari hasil Musda harus mampu membesarkan Partai Golkar Kota Bekasi.
“Yang pertama kita menghilangkan Faksi, jangan adalagi indikasi-indikasi lain di tubuh Partai Golkar. Kedua, sepakat tokoh dengan Plt, siapapun besok hasil Musda harus bisa membangun partai di Kota Bekasi juga memperjuangkan Wali Kota Bekasi, dan juga bertahan menjadi Ketua DPD,”ujarnya kepada awak media, Selasa (27/04/2021).
Amin juga mengungkapkan, seiring dengan bergantinya Plt dirinya dengan Ketua DPD, maka secara otomatis Surat Keputusan (SK) di dalam struktur kepengurusan DPD Golkar Kota Bekasi periode 2016-2020 telah berakhir, termasuk Wanhat pun sudah tidak berada di dalamnya.
Dia mengatakan, pihaknya kini tengah mempersiapkan penugasan dan mengeluarkan surat tugas untuk para kader guna membantu pelaksanaan tugas Plt Ketua dan Sekretaris. Termasuk membicarakan persiapan panitia Musda yang akan mendapat rekomendasi dari Plt Ketua Jawa Barat setelah line Musda dibuka oleh Mahkamah Partai Golkar Jakarta.
“Tugas kami hari ini bagaimana mengkonsolidasikan Partai Golkar harus utuh dan bersuara bulat untuk mempersiapkan perhelatan politik di tahun 2024, dan kami akan melakukan langkah-langkah koridor yang diatur oleh AD/ART peraturan organisasi baik Juklak maupun Juknis,”terangnya.
Dirinya mengaku optimis Musda Golkar ke V akan segera terlaksana karena telah menemukan celah, dan hal tersebut telah ia komunikasikan ke fraksi serta pemilik suara, terlebih juga setelah mendapat masukan dari Wanhat serta para tokoh Partai Golkar Kota Bekasi.
“Artinya ini sudah bisa kita kolaborasi bagaimana menggelar Musda. Karena ini diamanatkan harus segera dan semuanya-pun meminta harus segera. Kita tidak perlu lama-lama sepanjang semuanya sudah ready, sudah memenuhi syarat administrasi di dalam Musda, kita akan laporkan kepada ketua Plt (Jabar) yang akan melaporkan ke Mahkamah Partai untuk dibuka line Musda,”jelas Amin Fauzi
Salah satu tokoh Partai Golkar Kota Bekasi Abdul Manan mengungkapkan, sebagai Ketua Dewan Pertimbangan dirinya memberikan masukan dan berharap supaya di dalam partai Golkar tidak ada Golkar satu, Golkar dua, Golkar A maupun B, tetapi Golkar yang bersatu dalam dinamika tanpa melibatkan pihak lain.
“Oleh karena itu perbedaan pendapat boleh tetapi jangan menggunakan pihak lain, kalau menggunakan pihak lain, itu jadi ribet gitu, berdasarkan pikiran sendiri. Tetapi Kalau sudah dipengaruhi pihak lain, saran saya janganlah, ikutin apa yang ada di partai,” ujarnya.
Terkait persoalan dirinya dengan Plt, Manan menyatakan hal tersebut hanya soal miss komunikasi dan sudah diselesaikan dalam pertemuan yang telah berlangsung.
“Saya nggak protes. Saya menyampaikan di dalam kehidupan, etika, seperti saya dengan anda kan ada komunikasi. Supaya jalannya Plt itu lancar, kalau misalnya lebih dulu melakukan komunikasi kan enak. Tapi kan itu sudah selesai karena tadi sudah pertemuan bahwasanya itu saling menjaga supaya nanti jangan terpengaruh yang lain-lain,”bebernya.
Dalam kesempatan itu Amin Fauzi juga menyampaikan permohonan maaf karena Plt Ketua Aria Girinaya berhalangan untuk hadir. Nampak dalam pertemuan para tokoh dan Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Bekasi di antaranya, Abdul Manan, Yusuf Nasih serta Eddy Prihadie. (RAN)
Leave a Reply