BEKASI TIMUR – Persoalan revitalisasi 4 Pasar di Kota Bekasi hingga saat ini belum menemui solusi terutama bagi pedagang pasar. Pasalnya, harga yang dijual ke masyarakat dinilai membebani warga pedagang harga yang ditawarkan hingga 30 juta permeter. Yang tentunya mendapat perhatian dari DPRD Kota Bekasi. Untuk itu, Nicodemus Godjang, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bekasi meminta agar ada solusi yang tidak memberatkan pedagang.
“Harus ada win win solusi. Tidak memberatkan pedagang, menguntungkan pengembang dan juga pemerintah. Harus ada pengurangan harga untuk pedagang. Karena jika dihitung dengan harga yang sudah ditetapkan itu saangat memberatkan pedagang. Padahal jika dikurangi setengah dari harga yang ditetapkan, pengembang juga masih untung kok. Jadi harus segera ditetapkan harga yang sesuai,” tegas Nico anggota Fraksi PDI Perjuangan.
Untuk itu, Nico berharap agar segera dilakukan rapat dengan pengembang dan dinas terkait sebelum dilakukan pembangunan. Apalagi sebagian pedagang mengeluh karena tidak dilibatkan secara keseluruhan terkait penetapan harga. “Segera saya usulkan ke komisi untuk dilakukan rapat dengar pendapat seperti yang sudah disepakati bersama,” ujar Nico yang juga Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi.
Sementara itu, salah satu pedagang yang minta namanya tidak disebutkan mengaku sempat dilobi oknum dinas pasar untuk menyetujui penetapan harga. “Nanti dikasih 1 kios,” kata pedagang itu.
Karena itu, Nico mengaku akan menindaklanjuti hal itu saat rapat dengan pengembang dan dinas terkait. “Dengan pengakuan pedagang itu perlu diklarifikasi. Siapa oknum dinas yang melakukan itu. Jika benar artinya ada permainan antara pengembang dan oknum dinas terkait. Intinya harga per meter itu harus direvisi,” ujarnya.(ZAL)
Leave a Reply