BABELAN-Banjir bukan jadi persoalan satu-satunya warga Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Pasalnya, pasca dilanda banjir, warga masih harus jadi korban endapan lumpur bercampur limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang diduga berasal dari pabrik pewarna pakaian CV. Dove.
Warga RT 005/RW 004 Kelurahan Kebalen yang kerap disapa Pak Ketong (68) mengungkapkan, keluarganya menderita pusing hingga sakit pernapasan lantaran menghirup bau menyengat yang berasal dari cairan berwarna biru yang keluar dari saluran pembuangan CV. Dove.
“Limbah ikut mengendap bersama lumpur yang masuk ke rumah. Ini gara – gara saluran pembuangan utama warga ditutup dengan tembok beton oleh CV. Dove. Sebab itu warga tidak bisa membersihkan gorong – gorong yang tersumbat,” keluh Ketong saat diwawancarai bekasiekspres.com di sela aksi protes warga di depan CV. Dove, Minggu (05/01/2020).
Bukan hanya pasca-banjir warga menghirup bau menyengat, lanjut Pak Ketong, lebih dari tujuh tahun warga menghirup bau menyengat yang keluar dari aktivitas mewarnai pakaian CV. Dove. Bising aktivitasnya juga sangat mengganggu. Terlebih, saat keluar aroma menyengat juga menyebabkan gatal – gatal.
“Kami berharap Bupati Bekasi menindak tegas CV. Dove, hingga memberikan sanksi penutupan,” pinta Kakek delapan orang cucu ini.
Senada dikatakan Sumeri (68) Warga RT 002/RW 005 Kelurahan Kebalen, dirinya menyesalkan aktivitas pabrik pewarna pakaian berada di tengah permukiman warga. Karena menurut Sumeri, dampak pencemaran lingkungan CV. Dove jelas sangat merugikan masyarakat.
“Warga jangan dijadikan korban pengusaha yang tidak bertanggung jawab,” cetus Sumeri.
Sementara, Pihak CV. Dove yang keluar menemui warga mengaku sedang melakukan pembersihan gorong – gorong. (FER)
Leave a Reply