BEKASI TIMUR-Kepala Cabang (Kacab) kantor BPJS Kota Bekasi Eddy Sulistijanto Hadie menyampaikan pendapatnya terkait wacana integrasi KS-NIK dengan BPJS. Menurutnya pada dasarnya semuanya bertujuan baik untuk memingkatkan kesehatan masyarakat Kota Bekasi.
“Yang penting semua mengikuti ketentuan yang ada, toh semuanya tujuanya baik kok, yang penting masyarakat sehat duluan, sistemnya kan kita bisa bicarakan,” ujarnya usai menghadiri Seminar Kesehatan di Kampus Unisma Kota Bekasi,Selasa (22/10/2019).
Seperti diketahui dalam surat koordinasi dan konsultasi optimalisasi pelaksanaan program JKN, seluruh program Jamkesda harus diintegrasikan dalam JKN dengan dasar hukum Permendagri No. 134/2017 tentang Perubahan atas Permendagri No.33/2017 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018.
Dalam surat dengan No. JP.02.05/IX/534/2018, yang ditandatangani oleh Sekjen Kemenkes Untung Suseno Sutarjo, disebutkan pemda wajib memprioritaskan dukungan, baik untuk peningkatan pencapaian kepesertaan, kepatuhan pembayaran iuran, maupun peningkatan pelayanan kesehatan.
Terkait hal tersebut, ketika disinggung apakah pihaknya memiliki target bagi warga Kota Bekasi yang memiliki KS supaya beralih menggunakan BPJS, Eddy mengatakan pihaknya akan mengkomunikasikan hal tersebut dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
“Tentunya kita ingin secepatnya, wajarlah kalau semua orang punya, sesuai dengan porsinya semua dipakai. Tetapi tentunya kami akan komunikasi dengan semua pihak bagaimana baiknya untuk masalah kebijakan. Intinya leading sektor di kesehatan kan Kepala Dinas Kesehatan, nanti kita sampaikan. Karena sudah ada sebagian yang dibebankan ke kami kok,saya lupa angkanya, tetapi sudah ada yang terintegrasi ke kami sebagian,”bebernya.
Lebih lanjut Eddy mengimbau kepada segenap warga masyarakat Kota Bekasi agar segera mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS, dan jika sudah mendaftar dimohon membayar iuran sebelum tanggal 10 di setiap bulan,karena uang yang ada akan dipakai untuk membayar rumah sakit.
“Karena ini lingkaran ya, uang yang ada kami pakai untuk membayar rumah sakit, jadi kalau kita membayar lebih cepat, tentunya pergerakan rumah sakit untuk belanja sarana prasarana akan lebih lancar,”pungkasnya.(RAN)
Leave a Reply