CIKARANG PUSAT – Pembubaran Panitia Seleksi (Pansel) Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bekasi menuai pertanyaan publik.Pertanyaan tersebut salah satunya dilontarkan oleh kader Golkar yang juga mantan Ketua DPD AMPI Kabupaten Bekasi, Jemi Fitters.
“Pelaksanaan pendaftaraan Cawabup oleh DPD Partai Golkar terindikasi cuma dagelan (main-main) saja, dan ini tentu sangat mengecewakan para tokoh Kabupaten Bekasi, kader Golkar, dan ASN yang sudah mendaftar,”ungkapnya saat diwawancara Bekasi Ekspres.com melalui telepon selulernya, Senin (08/07/2019).
Jemi menyebut mekanisme penyeleksian Cawabup sangat tidak jelas standar seleksinya.Padahal, seleksi cawabup harus jelas dan terukur, termasuk harus ada yang dijadikan bungkusan seperti wawancara, fit and propertest, dan yang lainnya.
“Berita yang beredar Plt DPD Golkar Yoyo Yahya yang masa jabatannya habis per tanggal 2 Juli 2019 dibarengi dengan pembubaran Pansel Cawabup Bekasi, menjadi preseden buruk buat Partai Golkar,” ungkap dia.
“Kalau saya sebagai peserta seleksi Cawabup Golkar, maka saya akan ambil tindakan tegas dengan melaporkannya ke ranah hukum, karena hal ini masuk kategori pembohongan publik,” lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bekasi periode 2009-2014.
Jelas dia, jika pansel tidak terbuka dengan hasil Cawabup maka akan berdampak pada dukungan publik masyarakat Kabupaten Bekasi terhadap Partai Golkar di masa yang akan datang.
Seharusnya, beber dia, pansel cawabup tidak dibubarkan sebelum hasil seleksi itu sudah terlihat.
“Sekarang 18 cawabup yang mendaftar itu bagaimana nasibnya, apa iya diserahkan begitu saja ke Jawa Barat? Ini sepertinya Plt DPD Golkar (Yoyo) tidak bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukannya.(DEJ)
Leave a Reply