Disperin Ikutkan 30 IKM Olahan Ikan Bimtek Kemasan

GELAR BIMTEK: Bimbingan tekhnis (Bimtek) kemasan IKM pengolahan ikan yang digagas Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi bareng Kementerian Perindustrian di Hotel Batiqa, Jababeka, Cikarang Utara, Senin (25/3/2019) hingga Rabu (27/3/2019).

CIKARANG PUSAT – Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi bersama dengan Kementerian Perindustrian Ri, mendorong produktivitas dan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan nasional yang ada di Kabupaten Bekasi. Sektor ini menjadi salah satu yang diprioritaskan pengembangannya karena berperan dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno mengatakan Bimtek kemasan terhadap pelaku IKM olahan ikan yang ada di Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan Kementrian Perindustrian RI.

“Ada sebanyak 30 IKM olahan ikan di Kabupaten Bekasi, diberikan bimtek kemasan dengan tujuan pelaku IKM dapat memahami cara pengemasan dan pemasaran atas produk olahan ikan agar dapat bersaing di luar,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (25/03/2019)

Selain diberikan Bimtek, beber Peno, pihaknya ingin pelaku IKM Kabupaten Bekasi diberikan peralatan juga karena alatnya cukup mahal. Sehingga dari Kementerian Perindustrian mau terjun memberi bantuan peralatan kepada pelaku IKM olahan ikan.

“Ada harapan yang kita inginkan dari pelaku IKM selain diberikan Bimtek, ke depannya mereka nanti bisa lebih mandiri dan sukses. Dinas Perindustrian juga telah meminta langsung kepada Kementerian agar membantu dalam hal pemasaran dan lisensi halalnya agar pelaku IKM di Kabupaten Bekasi dapat bersaing,”kata dia.

Sementara itu, Kasubdit Pengembangan IKM pangan, Barang dari Kayu, dan Furniture pada Kementerian Perindustrian RI, Ni Nyoman Ambareni mengatakan, populasi IKM pangan memiliki jumlah paling banyak diantara IKM sektor lainnya, mencapai lebih 30 % dari IKM yang ada keseluruhan. Akan tetapi, sambung dia, masih banyak IKM pangan yang memiliki performa produk dalam hal kualitas kemasan yang rendah.

Kurangnya pemahaman dan belum luasnya akses untuk meningkatkan desain kemasan, beber dia, menjadi faktor rendahnya daya saing. Padahal kemasan produk tidak hanya berfungsi sebagai wadah, tetapi juga harus mampu menjadi sarana promosi dan juga berfungsi sebagai berdaya jual serta memenuhi fungsi lainnya seperti memberikan perlindungan pada produk yang dikemas, sumber informasi dan menggambarkan ciri khas produk yang akhirnya membuat konsumen tertarik membeli produk tersebut.

“IKM Kabupaten Bekasi memiliki potensi yang besar dalam produk olahan ikan. Umumnya IKM yang telah mahir dalam hal pembuatan produk olahan ikan antara lain, lele fillet, kerupuk, furai ikan, bandeng tanpa duri, presto ikan,” ujarnya mengakhiri.(DEJ)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*